Site Loader
Get a Quote

2 Samuel 18:33 .

Kematian Absalom melahirkan kepedihan yang begitu dalam di hati Daud ketika mengetahui Absalom mati dalam pertempuran dan dia menangisi Absalom.

Mengapa Daud begitu sedih dan menangisi Absalom begitu rupa ?


1. Daud sangat mengasihi Absalom.

Perkataan Daud Kepada prajurit-prajuritnya
Hal ini dapat dilihat dari pasal sebelumnya ada perintah raja buat prajurit-prajuritnya. 2 Samuel 17:5,12.
Perlakukanlah – Absalom dengan lunak.
Lindungilah Absalom orang muda itu.
Setelah peperangan terjadi ada dua kali raja menanyakan selamatkah
Absalom orang muda itu? 2 Sam 18:29,32.

2. Absalom mati dalam keadaan memberontak.

Daud mengerti Firman Allah bahwa orang yang mati  dalam pembrontakan akan masuk dalam kebinasaan, Absalom tidak mendapat kesempatan lagi untuk memperbaiki dan ia tewas, itulah yang membuat Daud menangis.

Daud menangis dan bersedih bukan kali ini saja, Pada Pasal sebelumnya Daud  pernah menangis, kesedihan akan anaknya, yaitu anak hasil hubungan dengan Betsyeba. (2 Sam 12:20-23) tetapi  berbeda reaksinya, karena setelah mendengar kematian anaknya Daud justru tidak lagi bersedih tetapi justru bangkit dari kesedihnya, ia mandi berurap, makan dan berhenti dari kesedihannya. Mengapa Daud seperti itu ?  Karena Daud tahu bahwa anak itu tidak berdosa dan dalam kematiannya justru  ada pengharapan, dia tau anaknya  pergi kepada Bapa. dan Daud yang akan pergi kepadanya, berbeda dengan Absalom, dia mati didalam dosa dan alamatnya bukan keselamatan tetapi kebinasaan, itulah yang ditangisi Daud terhadap kematian Absalom.

Apa yang dirasakan Daud terhadap Absalom yang memberontak, merupakan gambaran hati Yesus terhadap kita, kita adalah seperti Absalom, orang-orang yang berdosa yang memberotak kepada Allah, tetapi Yesus mengasihi kita.

DAUD YESUS
Mengasihi  anaknya AbsalomMengasihi kita umat manusia
Daud tidak mengingini Absalom
mati binasa.
Yesus tidak mengingini kita 
binasa. 2 Petrus 3:9

Pelajaran buat kita mengenai Absalom :

Firman Tuhan datang mengingatkan kita selagi kita masih hidup agar kita tidak mengalami apa yang dialami oleh Absalom. masih ada waktu dan kesempatan, kita mengintrospeksi diri kita masing-masing,
Apakah kita tetap ada dalam kehendak-Nya atau  posisi kita, keseharian kita sedang menjadi anak yang memberontak, melawan akan perintah-perintah Allah? Efesus. 5:15.
Jika ya segera berbalik, datang kepada-Nya sebelum waktu terlambat, seperti yang dialami oleh Absalom. Tuhan dapat berkemurahan tetapi juga dapat bertindak keras. Roma. 11:22.

Kesimpulan :
Jangan sampai kita ditangisi seperti Absalom karena kematiannya sebagai orang yang memberontak kepada Tuhan.

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *