Bait Sucinya Tuhan

Bapak ibu yang diberkati oleh Tuhan kemaren kita telah dengarkan pembahasan pasal sebelumnya bagaimana persiapan Salomo membangun Bait suci, saat ini kita akan membahas bagimana pelaksanaan pembangunan Bait Suci itu. 1 Raja-Raja 6:1-38

Disini saya mencatat garis-garis besar perikop ini :
6:1 Pembangunan Bait Suci Salomo.
6:5 Ruangan- ruangan Bait Suci.
6:11 Perintah Tuhan dan janji Tuhan atas Salomo.
6:15 Memperindah dengan hiasan.
6:23 Kerub-Kerub dilapisi dengan emas.
6:31 Pintu-Pintu yang diukir dan dilapisi oleh emas.
6:36 Ia mendirikan pelataran.
6:37 Waktu pembangunan, kapan dimulai dan kapan pembangunan selesai.

Raja Salomo membangun Bait Suci, ini terjadi tahun empat ratus delapan puluh, sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir (ayat 1)

Mengapa Salomo mendirikan Bait Suci ?
1. Perintah Tuhan kepada Salomo melalui Ayahnya Daud.
2. Salomo mengasihi Allah, sehingga ia membangun Bait Suci dengan begitu megah untuk kemulian Tuhan.
3. Salomo mengerti bahwa Bait Suci tempat Allah berhadirat.
Bait Suci/ Bait Allah adalah tempat suci dimana Allah menyatakan diri bagi umat-Nya.

Bait Allah dalam dalam bahasa Ibrani ditulis dengan kata HEIRON Artinya Bait Allah secara fisik, dalam bahasa Yunani ditulis dengan kata NAOS yang menunjuk kepada Bait Allah secara rohani.
Bait Allah secara rohani berbicara tentang himpunan jemaat. 1 Kor.3:16. Tetapi bait Allah rohani juga dapat berbicara tentang pribadi / individu sebagai Bait-Nya Tuhan. 1 Kor. 6:19

Dalam perikop ini kita dapat mempelajari bagaimana Salomo memperhatikan Bait Allah secara fisik dengan segala kemegahanya tetapi berbeda dengan Allah, Allah lebih memperhatikan kehidupan rohani umat-Nya, yaitu ketaatan dan kesetiaan umat kepada perintah firman-Nya. (Ay.12).
Kemegahan Bait Allah tidak akan berarti tanpa ketaatan umat kepada firman-Nya, Allah menginginkan ketaatan dan kesetian umat-Nya.
ketika umat-Nya taat Dia akan hadir bersama-sama umat-Nya. (Ay.13)

Dalam Perjanjian baru Bait Allah bukan lagi secara fisik tetapi secara rohani. Tubuh kita adalah Bait Allah (tempat kehadiran Allah) 1 Kor.6:15.
saat ini Dia tidak mencari bangunannya tetapi pribadi kita.

Bagaimana Allah bisa berhadirat/ hadir dalam hidup kita?
Prinsipnya sama yaitu ketaatan dan kesetiaan dari setiap pribadi orang percaya. Roh Kudus akan mendiami hidup orang percaya yang setia dan taat kepada firman-Nya. Yoh.14:-17.
Bukan saja pribadi Roh Kudus yang akan diam dalam hidup orang percaya sebagai Bait-Nya, tetapi juga pribadi Anak (Yesus) dan Bapa turut berdiam dalam kehidupan kita. Yoh. 14:23.

Kesimpulan
Jika Bait Allah dalam zaman Salomo dibangun dengan upaya dengan penuh kemegahan dengan harga yang mahal untuk Allah berhadirat, maka kita sebagai Bait-Nya Tuhan juga dibangun dengan harga yang lebih mahal, yaitu melalui penebusan darah Yesus yang mahal, jauh lebih mahal dari segalal sesuatu. 1 Kor. 6:19. Sebagai Bait Suci-Nya Tuhan, mari kita jaga kehidupan kita, dalam kekudusan, kebenaran dan ketaatan kepada firman-Nya, agar Tuhan tetap tinggal dalam kehidupan kita.