Mempunyai Hati Penuh Belas Kasihan

Haleluya Puji Tuhan, hari ini saya akan membawakan Firman Tuhan dalam 1 Samuel 30:26-31

Kemarin kita boleh membahas dalam perikop sebelumnya, ketika Daud sampai ke Ziglag kota itu telah terbakar, harta benda mereka dijarah beserta Istri anak laki laki-dan perempuan. Dalam situasi ini Daud sangat sedih dia menangis sejadi-jadinya, dan orang-orang saat itu hendak melempari dia dengan batu, tetapi saat kondisi tertekan terjepit dalam masalah yang besar dia menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan,dan dia meminta tanda kepada Tuhan apakah dia harus pergi untuk membebaskan Istri dan anak-anak mereka dari tangan orang Amalek? dan Tuhan memerintahkan dia untuk maju berperang melawan orang Amalek.
awalnya yang ikut berperang enam ratus orang tetapi yang melanjutkan perjalanan tinggal empat ratus orang. (Ayat 9-10) dan Daud berhasil mengalahkan orang Amalek dan dia mendapatkan kembali apa yang dijarah oleh orang Amalek tidak ada satupun yang hilang dari pada mereka.

Dalam perikop ini saya tertarik membahas di ayat 22 ketika dia akan membagikan hasil jarahan yang didapat, Ada nasehat orang jahat/orang dursila berkata kepada Daud yaitu orang yang tidak berperang jangan berikan hasil jarahan kecuali istri dan anak mereka. (Ayat 22) tetapi disini kita melihat jawaban Daud : Semua mendapatkan jarahan, dibagi sama baik yang berperang dan yang tidak ikut berperang. (Ayat 23-24)

Kenapa Daud memberi dengan tidak membedakan , yang ikut berperang dan yang tinggal?

Daud mempunyai hati belas kasihan

Alkitab mencatat beberapa kisah / peristiwa yang menunjukan Daud mempunyai hati penuh belas kasihan.

1. Ketika Daud diremehkan oleh saudara-saudaranya . itu terjadi ketika Ayahnya menyuruh Daud membawa makan kepada kakak-kakanya saat mereka ada di medan pertempuran, respon kakak-kakaknya mereka memarahi Daud, kepada siapa kau tinggalkan kambing domba peliharaanmu. disini kita melihat sebenarnya ada alasan untuk Daud marah tetapi, karena Dia mempunyai belas kasihan dia tetap mengasihi saudara-saudarannya. 1 Sam 17:28-29. Pelajaran bagi kita mungkin kita diremehkan, orang lain merendahkan kita, tetapi kita harus tetap mengasihi dengan hati yang penuh belas kasihan.

2. Daud memiliki kesempatan untuk membunuh Saul. 1 Sam 24:11
Dalam kisah ini ada dua kali Daud mempunyai kesempatan untuk membunuh Saul, tetapi Daud berkata dia tidak akan pernah menyentuh otang yang diurapi Tuhan. meskipun Saul beberapa kali mempunyai rencana untuk membunuh Daud, tetapi Daud tetap mengasihi Saul.

3. Daud tidak mendapat dukungan penuh saat menghadapi orang Amalekh 1 Sam 30:23-24.
dalam kisah ini kita melihat ketika Daud akan menyerang orang Amalekh ada beberapa orang yang undur tidak ikut lagi berperang, Daud tidak mendapat dukungan penuh, ada yang tidak ikut berperang, disini kita belajar yaitu Daud masih mempunyai hati belas kasihan sehingga yang berperang dan yang tidak berperang mendapatkan bagian. Pelajaran bagi kita, mungkin disekitar kita ada orang -orang yang tidak mendukung bahkan sebaliknya ada orang -orang yang menjatuhkan kita, kita tetap belajar untuk tetap mengasihi.

Dalam perjanjian baru Daud merupakan gambaran Yesus. beberapa catatan Alkitab dimana Yesus yang menunjukan Dia tetap mengashi / Dia mempunyai hati yang penuh dengan belas kasihan.

1. Yesus  diremehkan sebagai anak tukang kayu. Yesus tidak pernah membalas, saat itu mereka melihat Yesus Markus 6:5

2. Yesus mempunyai kuasa untuk membalas orang –orang yang menyalibkan Dia. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba  yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (Yesaya 53:7)

3. Yesus mengasihi dengan tidak membedabedakan. Roma 10:12
ajaran Yesus bukan hanya mengasihi sesama tetapi kita mengasihi musuh.

Kesimpulan bagi kita
Ada orang -orang yang meremehkan kita , tetap kita tetap mengasihi.
1 Petrus 3:9
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati,  karena untuk itulah   kamu dipanggil,   yaitu untuk memperoleh berkat. 
Tidak membalas, karena pembalasan bukanlah hak kita.
Roma 12:19
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan,  firman Tuhan.