Hidup ini adalah kesempatan

Bapak Ibu Sdra-i yang diberkati Tuhan , hari ini kita akan membahas dalam pasal 16 tetapi dalam perikop yang berbeda. kita baca dalam 1 Raja-raja 16:8-14. dengan judul perikop Ela Raja Israel

Siapakah Ela ini?

Ela sebagai raja yang menggantikan Baesa ayahnya, dan kalau kita belajar dalam pasal sebelumnya, menjelaskan bagaimana cara Baesa mendapatkan kedudukan menjad raja , kedudukan dia menjadi raja dia dapatkan dengan cara yang tidak baik yaitu dengan melakukan persepakatan membunuh Nadab, dan setelah Baesa mati dia digantikan Ela.

untuk lebih jelas saya mencatat struktur/ isi dalam perikop ini :

Ayat 8 Ela menjadi raja atas Israel, ia memerintah dua tahun lamanya
Ayat 9 Zimri pegawainya yang menjadi panglima atas segala dari pasukan kereta dengan mengadakan persepakatan melawan Ela, ketika Ela minum sampai mabuk di Tirsa
Ayat 10 Zimri datang membunuh dia dalam tahun ke dua puluh tujuh zaman Asa , raja Yehuda dan ia menjadi raja.
Ayat 11 Pada waktu ia menjadi raja, segera ia duduk ditahtanya ia membunuh seluruh keluarga Baesa , tidak ada seorangpun dari padanya yang ditinggalkannya hidup, juga kaumnya dan teman-temanya.
Ayat 12 Zimri memunahkan keluarga Baesa, sesuai firman yang diucapkan-Nya kepada Baesa dengan perantaraan nabi Yehu.

Menjadi pertanyaan mengapa Raja Ela dibunuh?
Karena dalam masa kepemimpinanya menjadi raja , Ela melakukan yang jahat dimata Tuhan, menimbulkan sakit hati Tuhan, membawa orang Israel berdosa kepada Tuhan (ayat 13)

Saya mengambil kesimpulan bahwa Ela tidak mempergunakan kesempatan hidupnya dengan baik, ia melakukan yang jahat dimata Tuhan hasilnya dia dibunuh oleh Zimri. kita tau bersama dalam Roma 6:23 berkata bahwa upah dosa adalah maut.
beberapa hari yang lalu saya sangat diberkati ketika membaca qoute / kutipan teman saya di instagram dia menulis seperti ini “‘Ingat..hati-hati, dosa hancurkan keperkasaan Simson, keagungan Salomo, dosa itu seperti sel kanker yang hancurkan manusia, jika Tuhan mulai angkat tetap hidup benar dihadapan-Nya”.

Disini kita melihat bahwa disatu sisi Dia begitu mengasihi kita, tetapi disatu sisi Dia Allah yang konsisten ketika kita melanggar akan ada hukuman bagi kita.
Roma 11:12
Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya , kepada orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, jika tidak kamu akan dipotong juga. diayat ini kita mengenal pribadi Yesus, disatu sisi dipunya kesabaran, Dia selalu memberi pengampunan, disisi lain Dia menunjukan figur seorang hakim yang menjatuhkan hukuman kepada yang dianggap bersalah. Ini bukan hanya diperjanjian baru tetapi dalam perjanjian lama figur Allah sudah memperkenalkan Dia sebagai Allah, pengasih, panjang sabar, tetapi selain Dia memiliki kasih Dia memiliki ketegasan yang luar biasa. Kel 34:6-7

Pelajaran dalam kisah ini bagi kita yaitu kita menggunakan kesempatan selama kita hidup.

Bagaiman cara kita menggunakan kesempatan selama kita hidup?
Eesus 5:15-16
Perhatikanlah dengan seksama kamu hidup, jangan seperti orang bebal tetapi seperti orang arif dan pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat.

1. Kata Perhatikan dengan seksama bagaimana kita hidup artinya kita sebagai orang Kristen/ pengikut Yesus harus memperhatikan cara hidup kita.
menjadi orang Kristen yang benar-benar mengerti mengetahui arti Kristen yang sesungguhnya, Kristen dari kata Kristianos yang berarti mengikut jejak yang Yesus tinggalkan secara presisi, teliti dan seksama, tidak keluar dari apa yang Dia inginkan yaitu setiap perintah Firman-Nya.
2. Kata pergunakan waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat
hari-hari ini adalah jahat artinya kita saat ini sudah berada di akhir zaman, mengapa saya katakan demikian, karena berbicara akhir zaman itu adalah tentang rentang waktu 2000 Tahun dan Rasul Yohanes telah menulis itu dan bagiamana dengan kita yang ada saat ini di 2019, bisa saya katakan kita sudah berada di penghujung akhir zaman. dan dalam 2 Timotius 3:1-5 Alkitab mencatat keadaan manusia di akhir zaman :
1.Mencintai diri sendiri
2.Hamba uang
3.Membual
4.Menyombongkan diri
5. Pemfitnah
6.Berontak terhadap orang tua
7.Tidak tau berterima kasih
8.Tidak mempedulikan agama
9. Tidak tau mengasihi
10.Tidak mau berdamai
11. Suka menjelekan orang
12.Tidak suka yang baik
13. Suka menghianat
14. Tidak berpikir panjang
15. Berlagak tau
16. Lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

Kesimpulan
Diakhir zaman ini kita dituntut kebenaran Firman Tuhan untuk menjadi pengikut Yesus yang sejati, disatu sisi kita menghadapi dunia yang semakin jahat ini yang dapat mengancam kerohanian kita. Dari kisah ini kita belajar kita tidak menjadi seperti Raja Ela binasa karena dia menuruti hawa nafsu, biar kita tetap menjadi Pengikut Yesus yang sejati yang dapat menggunakan waktu, kesempatan yang Tuhan berikan selama kita hidup.