Ratu Wasti di buang

Puji Tuhan selamat pagi hari ini saya akan membawakan Firman Allah dalam Ester pasal 1:1-22. saya memberi Tema Firman Tuhan yaitu ” Taat kepada sang Raja” karena ayat ini cukup panjang saya tidak membaca keseluruhan ayat ini. saya akan mencatat garis-garis besar isi perikop ini.

Raja Ahasyweros dia mengepalai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia. Ahasyweros mengadakan perayaan kerajaan , Raja memamerkan segala kekayaannya.  (Ay 1,2) dan dalam keadaan mabuk Raja memanggil sang Ratu untuk memperlihatkan kecantikannya kepada rakyat dan para pembesar-pembesar saat itu. (Ay 10-11)
tetapi sang Ratu menolak . disini saya mencatat ada beberapa kesalahan yang dilakukan ratu Wasti :
1. Ratu Wasti menolak untuk datang ketika dipanggil Raja  (Ay 12)
2. Ratu Wasti ini bersalah bukan hanya kepada Raja, tetapi kepada semua
pembesar dan segala bangsa, dibawah pemerintahan Raja Ahasyweros
(Ay 16)
3. Ratu Wasti menjadi contoh yang buruk kepada semua pembesar yang
hadir disaat itu (Ay 17)
4. Saat itu menjadi bahan omongan / hinaan kepada Raja (Ay 18)
Akibatnya “Ratu wasti dibuang”
Raja Ahasyweros mengarunikan kedudukan sebagai Ratu kepada

orang lain (Ay 19)
Setiap kerajaan mempunyai aturan, bersifat mengikat tanpa memandang
status jabatan, kedudukan.
Ketika Ratu Wasti melanggar dia mendapatkan hukuman, ada konsekuensi
akibat yang harus dia terima. Jika ini terjadi di kerajaan dunia, Bagaimana
dengan kita yang dikatakan Firman Tuhan. Rasul Paulus menyampaikan kepada Jemaat di Filipi.
Mari kita membaca Firman Tuhan dalam Filipi 3:20
Karena kewarganegaraan kita adalah didalam sorga, dan dari situ juga kita
menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat . Meskipun kita
masih ada dalam dunia ini, kita memiliki status sebagai warga kerajaan
surga. siapa Raja kita? Raja kita yaitu Yesus Kristus dan didalam kerajaan-
Nya (Kerajaan Terang)  Ada peraturan-peraturan,undang-undang,
ketetapan-ketetapan yang harus kita taati dan lakukan.
Apa undang-undang itu kita sebagai warga kerajaan Allah?  yaitu Firman
Allah, semua orang harus mentaati Firman Allah, ini tidak memandang
pangkat, jabatan, status, kedudukan. Semua orang yang mengaku sebagai
anak Allah anak-anak kerajaan Allah harus mentaati semua perintah Raja
kita yaitu Yesus Kristus, Dia harus menjadi raja dihidup kita, Dia harus
memerintah dalam hidup kita . Akibat Ratu Wasti ketika dia melanggar Raja Ahasyweros Ratu wasti bukan hanya bersalah kepada Raja tetapi kepada semua pembesar (Ay 16) Ratu Wasti menjadi contoh yang buruk kepada semua pembesar yang hadir disaat itu  (Ay 17) Saat itu menjadi bahan omongan / hinaan kepada Raja (Ay 18)
Buat kita kalau kita tidak taat kepada raja, pada ketetapan -ketetapan-Nya
kita bukan hanya bersalah kepada Tuhan tetapi bersalah kepada orang-
orang disekitar kita baik istri kita, suami kita anak-anak kita. bahkan lebih
dari itu dampaknya, kita akan menjadi contoh yang buruk bagi banyak orang, kita akan menjadi bahan omongan, bahan hinaan bagi orang lain.
lebih dari pada itu yang sangat ditakuti Jika kita melanggar tidak mentaati
perintah Raja diatas segala Raja, kita akan mendapatkan hukuman , Kalau
Ratu Wasti digantikan  kedudukan sebagai seorang Ratu  ( Ay 19)
Jangan sampai kita yang sudah memiliki kedudukan sebagai warga
kerajaan Allah digantikan kepada orang lain.


Kesimpulan
Marilah kita terus menjadikan Dia Raja diatas segala raja dalam hidup
kita, Ijinkan terus Dia yang menguasai seluruh hidup kita. Taat kepada-
Nya. Jangan sampai kita menukarkan, menyia-nyiakan apa yang sudah
Dia berikan kepada kita. Tuhan Yesus memberkati.